Blog

7 Jenis Plastik Dalam Kehidupan Sehari-hari, Apa Bedanya?

Plastik menjadi populer tidak hanya karena biaya produksi yang rendah, namun juga kepraktisannya.

Plastik memiliki berat yang ringan, tahan terhadap asam, dan sangat fleksibel. Inilah mengapa plastik menjadi salah satu bahan yang kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sejak ditemukan pertama kali di tahun 1950-an, penggunaan plastik secara massal terus berkembang. Kini, lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahun, dan khususnya di negara-negara berkembang, jumlah penggunaan plastik terus meningkat.

Namun konsumsi plastik yang tinggi ini juga menimbulkan masalah. Sebagian besar plastik hanya bersifat sekali pakai, dan akhirnya dibuang menjadi sampah. Plastik sangat sulit terurai secara alami, dan sampah plastik yang menumpuk lama kelamaan menimbulkan polusi lingkungan yang sangat berbahaya.

Tidak hanya itu, plastik juga terdiri dari berbagai jenis, yang tidak bisa sembarangan didaur ulang. Cobalah memperhatikan barang-barang plastik di sekitar Anda. Anda mungkin akan menemukan angka pada plastik tersebut. Nomor ini mengindikasikan tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk yang Anda pegang saat ini. Nah, agar Anda lebih paham tentang jenis-jenis plastik dan yang mana yang harus Anda hindari atau menyebabkan kerusakan lingkungan terbesar, simak keterangan di bawah ini.

1. Polyethylene Terephthalate (PET atau PETE atau Polyester)

PET dikenal dengan properti bebas kerutnya. Berbeda dengan kantong plastik yang biasa kita lihat di supermarket, PET umumnya digunakan untuk keperluan kemasan makanan dan minuman. PET memiliki kemampuan untuk mencegah oksigen masuk dan merusak produk di dalamnya. PET juga membantu menjaga agar karbon dioksida dalam minuman berkarbonasi tidak keluar.

Meskipun PET dapat didaur ulang, jenis plastik ini mengandung antimon trioksida (yang dianggap sebagai karsinogen) yang mampu menyebabkan kanker. Semakin lama cairan dibiarkan dalam wadah PET, semakin besar potensi pelepasan antimon. Temperatur yang hangat di dalam mobil, garasi, dan penyimpanan tertutup juga dapat meningkatkan pelepasan zat berbahaya.

2. High-Density Polyethylene (HDPE)

HDPE memiliki rantai polimer tanpa cabang panjang yang membuatnya sangat padat dan karenanya, lebih kuat dan lebih tebal dari PET. HDPE umumnya digunakan sebagai tas belanja, botol susu, wadah jus, botol shampoo, dan botol obat.

Tidak hanya dapat didaur ulang, HDPE relatif lebih stabil daripada PET. HDPE dianggap sebagai pilihan yang lebih aman untuk penggunaan makanan dan minuman, meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis plastik ini melepaskan senyawa kimia yang dapat mengganggu sistem hormon manusia ketika terpapar sinar ultraviolet.

3. Polyvinyl Chloride (PVC)

PVC biasanya digunakan untuk mainan, cling wrap, botol deterjen, binder, kantong darah dan tabung medis. PVC atau vinil adalah resin plastik yang dulunya paling banyak digunakan kedua di dunia (setelah polyethylene), sebelum proses pembuatan dan pembuangan PVC dinyatakan menyebabkan risiko kesehatan serius dan masalah pencemaran lingkungan.

Dalam hal toksisitas, PVC merupakan jenis plastik yang paling berbahaya. Penggunaan bahan ini dapat melepaskan berbagai bahan kimia beracun seperti bisphenol A (BPA), ftalat, timbal, dioksin, merkuri, dan kadmium. Beberapa bahan kimia ini bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan kanker, dan juga menimbulkan gejala alergi pada anak-anak, serta mengganggu sistem hormon manusia. PVC juga umumnya tidak dapat didaur ulang, sehingga penggunaan plastik PVC sebaiknya dihindari.

4. Low-Density Polyethylene (LDPE)

Polyethylene adalah jenis plastik yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Jenis plastik ini memiliki struktur kimia polimer plastik paling sederhana, sehingga sangat mudah dan murah untuk diproduksi. LDPE memiliki ciri khas lebih fleksibel dan lebih tipis dibanding jenis plastik lainnya.

LDPE sebagian besar digunakan untuk kemasan seperti bahan makanan, kantong dry cleaning, bungkus roti hingga pelapis karton susu dan cangkir minuman. Wadah botol yang bisa diperas seperti botol mustard dan kecap umumnya juga terbuat dari LDPE.

Meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa LDPE juga dapat menyebabkan efek hormon yang tidak sehat pada manusia, LDPE merupakan pilihan plastik yang lebih aman untuk penggunaan makanan dan minuman. Sayangnya, jenis plastik ini cukup sulit untuk didaur ulang.

5. Polypropylene (PP)

Lebih kaku dan lebih tahan terhadap panas, PP banyak digunakan untuk wadah makanan panas. Selain di rompi termal dan suku cadang mobil, PP juga digunakan pada popok sekali pakai dan pembalut sanitasi.

Sama seperti LDPE, PP dianggap sebagai opsi plastik yang lebih aman untuk penggunaan makanan dan minuman. Dan meskipun memiliki semua kualitas luar biasa, PP tidak dapat didaur ulang dan juga dapat menyebabkan gangguan asma dan hormon pada manusia.

6. Polystyrene (PS)

Polystyrene adalah Styrofoam yang kerap digunakan untuk wadah makanan, karton telur, gelas dan mangkuk sekali pakai, kemasan, dan juga helm sepeda. Ketika terpapar dengan makanan panas dan berminyak, PS dapat melepaskan styrene yang dianggap sebagai racun dan dapat mempengaruhi paru-paru, hati, dan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, PS memiliki tingkat daur ulang yang rendah.

7. Jenis Plastik Lainnya

Angka 7 menandakan semua jenis plastik selain yang diidentifikasi oleh nomor 1-6 dan juga plastik yang dapat dilapisi atau dicampur dengan jenis plastik lain, seperti bioplastik. Polycarbonate (PC) adalah plastik paling umum dalam kategori ini yang tidak banyak digunakan dalam beberapa tahun terakhir karena kaitannya dengan bisphenol A (BPA).

Ironisnya, PC biasanya digunakan untuk botol bayi, cangkir sippy, botol air, galon air, kaleng makanan logam, wadah saus tomat, dan lem gigi. Karena toksisitasnya, beberapa negara telah melarang penggunaan PC untuk botol bayi dan kemasan formula bayi. BPA yang terkandung di dalam PC telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan termasuk kerusakan kromosom pada indung telur wanita, penurunan produksi sperma pada pria, pubertas dini, berbagai perubahan perilaku, perubahan fungsi kekebalan tubuh, gangguan fungsi otak dan neurologis, kerusakan sistem kardiovaskular, diabetes pada orang dewasa (Tipe II), obesitas, peningkatan risiko kanker payudara, kanker prostat, infertilitas, dan gangguan metabolisme. Ditambah dengan tingkat daur ulang yang sangat rendah, PC harus dihindari dalam kehidupan sehari-hari.

Kini Anda sudah memahami apa saja jenis-jenis plastik yang ada dalam kehidupan di sekitar kita. Bersikaplah secara bijak dan kurangilah penggunaan plastik untuk menghindari risiko kesehatan serta kualitas hidup yang lebih baik.